Minggu, 30 Desember 2012

Turbin


TURBIN
1.        Power turbin
Turbin adalah sebuah mesin berputar yang mengambil energi dari aliran fluida. Turbin sederhana memiliki satu bagian yang bergerak, "asembli rotor-blade". Fluida yang bergerak menjadikan baling-baling berputar dan menghasilkan energi untuk menggerakkan rotor. Contoh turbin awal adalah kincir angin dan roda air.
Sebuah turbin yang bekerja terbalik disebut kompresor atau pompa turbo.
Turbin gas, uap dan air biasanya memiliki "casing" sekitar baling-baling yang memfokus dan mengontrol fluid. "Casing" dan baling-baling mungkin memiliki geometri variabel yang dapat membuat operasi efisien untuk beberapa kondisi aliran fluid.
Energi diperoleh dalam bentuk tenaga "shaft" berputar.
Penggunaan turbin
Penggunaan paling umum dari turbin adalah pemroduksian tenaga listrik. Hampir seluruh tenaga listrik diproduksi menggunakan turbin dari jenis tertentu.Turbin kadangkala merupakan bagian dari mesin yang lebih besar. Sebuah turbin gas, sebagai contoh, dapat menunjuk ke mesin pembakaran dalam yang berisi sebuah turbin, kompresor, "kombustor", dan alternator.
Turbin berfungsi mengubah energi potensial fluida menjadi energi mekanik yangkemudian diubah lagi menjadi energi listrik pada generator. Komponen-komponenturbin yang penting adalh sebagai berikut;
1.         Sudu pengarah
biasanya bisa diatur untuk mengontrol kapasitas aliran yangmasuk turbin
2.        Roda jalan
atau runner turbin, pada bagian ini terjadi peralihan ari energipotensial fluida menjadi energi mekanik
3.      Poros turbin
          pada poros turbin terdapat runner dan ditumpu dengan
4.      bantalan radial dan bantalan axial

5.      Rumah turbin,
biasanya berbentuk keong atau spiral, berfungsi untukmengarahkan aliran masuk    sudu pengarah
6.      Pipa hisap, mengalirkan air yang keluar turbin ke saluran luar

Turbin dapat memiliki kepadatan tenaga ("power density") yang luar biasa (berbanding dengan volume dan beratnya). Ini karena kemampuan mereka beroperasi pada kecepatan sangat tinggi. Mesin utama dari Space Shuttle menggunakan turbopumps (mesin yang terdiri dari sebuah pompa yang didorong oleh sebuah mesin turbin) untuk memberikan propellant (oksig n cair dan hidrogen cair) ke ruang pembakaran mesin. Turbopump hidrogen cair ini sedikit lebih besar dari mesin mobil dan memproduksi 70.000 hp (52,2 MW).
·      Jenisturbinmenurutbentukblade terdiridari
-       TurbinImpuls(aksi)
-       Turbinreaksi
·      Jenisturbinmenurutbanyaknyasilinder
-       Single cylinder
-       Multi cylinder
·      Jenisturbinmenurutarahaliranuap
-       Single flow
-       Double flow

Turbin atau expander  adalah  high rotating device  ( alat yang berputar dengan kecepatan tinggi ) yang digunakan untuk menghasilkan energi atau dapat juga sebagai penggerak  ( drive ) kompressor maupun pompa. Turbin menggunakan energi yang umumnya bersumberkan pada gas – gas tekanan tinggi maupun gas  - gas dengan temperature tinggi ( seperti pada proses pembakaran , combustion  ). Gas – gas bertekanan dan bertemperature tinggi tersebut melewati nosel sehingga dihasilkan aliran dengan kecepatan tinggi , aliran tersebut menabrak atau menumbuk blade  ( bilah ) yang terdapat pada poros yang berputar ( rotating shaft  ) sehingga kerja poros ( shaft work ) dihasilkan. Turbin dapat terdiri dari dua jenis,   yaitu turbin dengan aliran radial dan axial. Turbin dengan aliran radial digunakan untuk laju alir  ( aliran working fluid ) rendah dan dengan perbedaaan tekanan ( difference pressure ) tinggi sementara turbin dengan aliran axial digunakan untuk laju alir tinggi dan dengan perbedaan tekanan rendah ( 1 – 40 bar ). Jika working fluid atau fluida kerja yang digunakan adalah steam, maka disebut dengan steam turbin, jika working fluid yang digunakan adalah gas bertekanan tinggi maka disebut dengan expander. Bila diklasifikasikan berdasarkan suplai steam dan kondisi output /keluaran ( exhaust ) maka , steam turbin dapat dibagi menjadi 4 yaitu : Condensing Turbin, turbin jenis ini umumnya digunakan untuk mengerakkan generator pada power plant, tekanan keluaran ( exhaust pressure ) dari turbin ini kurang dari tekanan atmosferik Non Condensing Turbin atau Backpressure Turbin, turbin jenis ini banyak digunakan pada industri – industri proses , tekanan keluaran dari turbin ini dikontrol sesuai dengan tekanan proses yang diinginkan , steam ini digunakan sebagai media pemanas Reheat Condensing Turbin, jenis ini banyak dijumpai pada power plant, dimana steam dengan tekanan tinggi ( high pressure , HP Steam ) dikembalikan ke proses pemanasan ( boiler) sehingga temperature steam dapat ditingkatkan lagi. Extraction and Induction Turbin, pada jenis turbin ini, steam diekstraksi dari titik tertentu dari steam turbin dan steam digunakan untuk proses ( proses stream ), sedangkan pada Induction turbin, steam di masukkan ( introduced ) pada bagian tengah atau intermediate turbin untuk menghasilkan energi tambahan. Steam yang diekstraksi dapat digunakan sebagai media pemanas pada feedwater heaters Output dari steam turbin dapat terdiri dari satu fase   maupun dua fase, untuk output dua fase atau condensing biasanya fraksi uap yang terbentuk antara 0.8 – 0.9 , pembentukan liquid yang terlalu banyak akan menyebabkan erosi pada blade turbin. Persamaan energi balance turbin dapat diturunkan dari hukum pertama thermodinamika untuk steady state yaitu : ΔH +   + gΔz = Q + Ws Asumsi yang digunakan adalah : Energi kinetik dan potensial diabaikan Adiabatik, asumsi ini cukup beralasan mengingat luas perpindahan panas turbin yang kecil serta waktu yang dibutuhkan oleh fluida kerja untuk melewati turbin  cukup singkat.






2. Efisiensi turbin

Effisiensi adalah indikator keberhasilan sistem turbin mendekati proses ideal. Dengan kata lain, Effisiensi merupakan parameter yang menyatakan derajat keberhasilan komponen atau sistem turbin mendekati desain atau proses ideal.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EFISIENSI TURBIN

Faktor Penyebab
Besarnya kerugian didalam turbin akan mempengaruhi efisiensinya.Kerugian yang besar berarti efisiensinya rendah.
Faktor-faktor penyebab kerugian didalam turbin diantaranya :
-            KerugianpadaKatupGovernor.
-            KerugianpadaNosel(Nozzle Loss).
-            KerugianpadaMoving Blades.
-            Kerugianpadauapmeninggalkanmoving blades (Leaving Velocity/Carry Over Loss).
-            KerugianGesekan.
-            KerugianCelah(Clearance Loss).
-            Kerugianakibatkebasahanuap.
-            Kerugian akibat kecepatan uap keluar turbin.
-            Kerugianluar(External Loss).



3.   Gas turbin
Turbin gas adalah suatu penggerak mula yang memanfaatkan gas sebagai fluida
kerja. Didalam turbin gas energi kinetik dikonversikan menjadi energi mekanik berupa putaran yang menggerakkan roda turbin sehingga menghasilkan daya. Bagian turbin yang berputar disebut rotor atau roda turbin dan bagian turbin yang diam disebut stator atau rumah turbin. Rotor memutar poros daya yang menggerakkan beban (generator listrik, pompa,kompresor atau yang lainnya)
Turbin gas merupakan salah satu komponen dari suatu sistem turbin gas. Sistem turbin gas yang paling sederhana terdiri dari tiga komponen yaitu kompresor,ruang bakar dan turbin gas.
Turbin gas adalah turbin dengan gas sebagai fluida kerjanya gas diperoleh dari pembakaran bahan bakar cair yang mudah terbakar. System turbin gas yang paling sederhana terdiri dari tiga komponen utama, yaitu kompresor, ruang bakar dan turbin, yang disusun menjadi system yang kompak.

Prinsip Kerja Sistem Turbin Gas
Udara masuk kedalam kompresor melalui saluran masuk udara (inlet). Kompresor ini
berfungsi untuk menghisap dan menaikkan tekanan udara tersebut, akibatnya temperatur udara juga meningkat. Kemudian udara yang telah dikompresi ini masuk kedalam ruang bakar.
Di dalam ruang bakar disemprotkan bahan bakar sehingga bercampur dengan udara
tadi dan menyebabkan proses pembakaran.
Proses pembakaran tersebut berlangsung dalam keadaan tekanan konstan sehingga dapat dikatakan ruang bakar hanya untuk menaikkan temperatur. Gas hasil pembakaran tersebut dialirkan ke turbin gas melalui suatu nozel yang berfungsi untuk mengarahkan aliran tersebut ke sudu-sudu turbin. Daya yang dihasilkan oleh turbin gas tersebut digunakan untuk memutar kompresornya sendiri dan memutar beban lainnya seperti generator listrik, dll. Setelah melewati turbin ini gas tersebut akan dibuang keluar melalui saluran buang (exhaust).

Secara umum proses yang terjadi pada suatu sistim turbine gas adalah sebagai berikut:
1.         Pemampatan (compression) udara di hisap dan dimampatkan
2.         Pembakaran (combustion) bahan bakar dicampurkan kedalam ruang bakar dengan udara kemudian di bakar.
3.         Pemuaian (expansion) gas hasil pembakaran memuai dan mengalir ke luar melalui nozel(nozzle).
4.         Pembuangan gas (exhaust) gas hasil pembakaran dikeluarkan lewat saluran pembuangan.

Pada kenyataannya, tidak ada proses yang selalu ideal, tetap terjadi kerugian-
kerugian yang dapat menyebabkan turunnya daya yang dihasilkan oleh turbin gas dan berakibat pada menurunnya performansi turbin gas itu sendiri. Kerugian-kerugian tersebut dapat terjadi pada ketiga komponen sistem turbin gas.
Sebab-sebab terjadinya kerugian antara lain:
·      Adanya gesekan fluida yang menyebabkan terjadinya kerugian tekanan (pressure losses) di ruang bakar.
·      Adanya kerja yang berlebih waktu proses kompresi yang menyebabkan terjadinya gesekan antara bantalan turbin dengan angin.
·      Berubahnya nilai Cp dari fluida kerja akibat terjadinya perubahan temperatur dan perubahan komposisi kimia dari fluida kerja.
·      Adanya mechanical loss, dsb.
4.Sistem distribusi steam
Sistim distribusi  steammerupakan hubungan penting antara  pembangkit  steam dan pengguna steam.  Terdapat  berbagai  macam  metoda  untuk  membawa  steam  dari  p usat sumber ke titik penggunaan. Pusat sumber mungkin berupa ruang boiler atau pengeluaran dari plant kogenerasi. Boiler dapat menggunakanbahan bakar primer, atau boiler limbah panas yang menggunakan gas buang  dari  proses  bersuhu  tinggi,  mesin- mesin  atau  bahkan  insinerator. Apapun sumbernya, sistim distribusi steam yang efisien adalah penting untuk pemasokan steam dengan kualitas  dan tekanan yang benar ke peralatanyang menggunakan steam. Pemasangan dan perawatan sistim steammerupakan hal penting dan harus sudah dipertimbangkan mulai tahap perancangan.

Ketika steam mengembudidalam proses,  kondensat  dialirankan  kembali kedalam pipa  suplai  air  boiler.  Kondensat  memiliki  volum yang  sangat  kecil  dibandingkan dengan  steam,  dahal ini menyebabkan  penurunan  tekanan,  yang  me mbuat steam mengalir melalui pipa-pipa.

Steam  yang  dihasilkan  pada  boiler  harus  dibawa  melalui  pipa  kerja  ktitik  dimana  energi panasnya diperlukan. Pada awalnya hanya terdapat satu at au lebih pipa utama, atau saluran pipa steam,  yang membawa  steam dari boiler  kearah plant  yang  menggunakan  steam.  Pipa-pipa cabang yang lebih kecil membawa steam ke masing- masing peralatan.

Ketika kran isolasiboiler utama (kadangkala disebut  kran mahkota)  dibuka,  steam  dengan segera  melintas  dari  boiler  menuju  dan  sepanjang  saluran  pipa  steam ke  titik  pada  tekanan rendah. Pipa kerja pada mulanya lebih dingin daripada steam, sesampai panas dipindahkan dari steam ke pipa. Udara disekitar pipa-pipa juga  sebelumnya  lebih dingin dari steam,kemudian pipa kerja akan mulai memindahkan panas steam ke udara.
Distribusi tekanansteam dipengaruhi oleh sejumlah faktor, dan dibatasi oleh:
·      Tekanan kerja maksimumyang aman bagi  boiler
·      Tekananminimum yang diperlukan pada plant
Ketika  steam  melewati  pipa  distribusi, maka  steam  tidak  dapat  menghindari  kehilangan tekanannya karena :
·           Tahanan gesekan/ friksi didalam pipa.
·           Kondensasi/pengembunan yang terjadi didalam pipa ketika panas dipindahkan  ke lingkungan.

Oleh karenaitu  pada  saat  menentukan  tekanan  distribusi harus ada kelonggaran  untuk kehilangantekanan ini. Satu kilogramsteam pada tekanan yang lebih tinggi  mempunyai  volum lebih kecil dari pada pada tekanan rendah. Jadi, jika steam dibangkitkan dalam boiler pada tekanantinggi dan didistribusikan pada tekanan yang tinggi pula, maka ukuran saluranpipa distribusi akan menjadi lebih kecil. Pembangkitan dan pendistribusian steam pada tekanan tinggi memberikan tiga keuntungan yang cukup penting:
-                          Kapasitas penyimpanan panas pada boiler meningkat, membantu boiler lebih efisien dalam menangani  bebanyang berfluktuasi,  meminimalkan  resiko terbentuknya  steam basah dan kotor.
-                          Diperluka n saluran pipa  steam yang lebih kecil,  sehingga  biaya investasinya untuk pipa, flens , bahan penunjang, bahan isolasi dan buruh lebih rendah.
-                          Saluran pipa steam yang lebih kecil berarti biaya isolasi lebih rendah.

Pada sistim distribusi tekanan tinggi, d iperlukan penurunan tekanan steam pada setiap zona atau titik penggunaan pada sistim  untuk menyesuaikan dengan tekanan maksimum yang diperlukan penggunanya. Penurunan tekanan tersebut juga akan menghasilkan steam yang lebih kering pada titik penggunaan.
Komponen penting pada sistim distribusi akan d ijelaskan pada bagian berikut :
-                          Pipa-pipa
-                          Titik pengeluaran
-                          Jalur cabang
-                          Saringan/ strainers
-                          Saringan/ filters
-                          Pemisah/ separator
-                          Steam traps
-                          Ventilasi udara

5. Steam
Steam merupakan bagian penting dan tidak terpisahkan dari teknologi modern. Tanpa steam, maka industri makanan kita, tekstil, bahan kimia, bahan kedokteran,daya, pemanasan dan transportasi tidak akan ada atau muncul seperti sekarang ini. steam memberikan suatu cara pemindahan sejumlah energi yang terkendali dari suatu pusat, ruang boiler yang otomatis, dimana energi dapat dihasilkan secara efisien dan ekonomis, sampai ketitik penggunaan. Steam yang bergerak mengelilingi pabrik dianggap sama dengan transportasi danpenyediaan energi. untuk beberapa alasan, steam digunakan untuk membawa energi panas. Penggunaanya terkenal diseluruh industri untuk pekerjaan yang luas dari produksi daya mekanis sampai penggunaan proses danpemanasan ruangan.
Alasan dari penggunaan Steam adalah :
·           Steam  dapat  dengan  mudah  dan  murah  untuk  didistribusikan  ke  titik penggunaan
·           Steam mudah dikendalikan
·           Energinya mudah ditransfer ke proses
·           Plant steam yang modern mudah untuk dikendalikan
·           Steam bersifat fleksibel
Dengan meningkatnya suhu dan air mendekati kondisi didihnya, beberapa molekul mendapatkan energi kinetik yang cukup untuk mencapai kecepatan yang membuatnya  sewaktu-waktu  lepas  dari  cairan  ke  ruang  diatas  permukaan, sebelum jatuh kembali ke cairan. Pemanasan lebih lanjut menyebabkan eksitasi lebih  besar  dan  sejumlah  molekul  dengan  energcukup  untuk  meninggalkan cairan jadi meningkat.

Dengan mempertimbangkan struktur molekul cairan dan uap, masuk akal bahwa steam lebih kecil dari air, sebab molekul steam terpisah jauh satu dengan yang lainnya. Ruang yang secara tiba-tiba terjadi diatas permukaan air menjadi terisih dengan molekul steam yang kurang padat.
Jika jumlah molekul yang meninggalkan permukaan cairan lebih besar dari yang masuk kembali, maka air menguap dengan bebasnya. Pada titik ini air telah mencapai titik didihnya atau suhu jenuhnya, yang dijenuhkan oleh energi panas. Jika tekanannya tetap, penambahan lebih banyak panas tidak mengakibatkan kenaikasuhu  lebih  lanjut  namumenyebabkan air  membentuk  steam jenuh. Suhu air mendidih dengan steam jenuh dalam sistem yang sama adalah sama, akan  tetapi  energpanas  per  satuan  massanya  lebih  besar  pada  steam.  Pada tekanan atmosfir suhu jenuhnya adalah 1000C. Tetapi, jika tekanannya bertambah, maka akan ada penambahan lebih banyak panas yang peningkatan suhu tanpa perubahan fase. Oleh karena itu, kenaikan tekanan secara efektif akan meningkatkan energi air dan suhu jenuh. Hubungan antara suhu jenuh dan tekanan dikenal sebagai kurva steam jenuh.

6. Power balance
Heat / power Balance (kesetaraan Kalor) adalah keseteraan massa dan energi dalam keadaan steady state dalam sebuah proses. Semua  aliran  massa  masuk  dan keluar proses harus setara, dan semua energi masuk dan keluar batas proses harus   diperhitungkan sebagai panas atau kerja.
Heat / power balance merupakan salah satu alat untuk menilai unjuk kerja suatu pembangkit.
Heat / power balance dapat disiapkan dari   detail  yang sederhana sehingga yang     paling     kompleks, tergantung dari kebutuhan dan tingkatan desain.

Ruang Lingkup Power Balance :
1.         Heat / powerBalance Siklus Turbin
       Batas prosesuntuk heat balancesiklus turbin adalah sekitar turbin dan siklus air pengisi ketel (feedwater) dan uap yang masuk dan keluar batas proses dengan kondisi uap tetap pada saat keluar dan masuk turbin. Jadi perubahan kondisi uap antara ketel dan turbin dianggap diluar siklus turbin.Make up dianggap aliran luar masuk kedalam siklus turbin.

2.         Plant Heat / power Balance (Kesetaraan Kalor Pembangkit)
       Batas  heat  balance  plant  secara  harfiah  dapat  didefinisikan dalam garis   plant.Pada  prakteknya,   batas   ini   biasanya digambarkan untuk seluruhproses konversi energi mulai dari hantaran bahan bakar (fuel delivery ) hngga ekspor energi listrik dan energi listrik dan energi lainnya.


technologi pencairan gas alam


GAS ALAM

Gas alam sering juga disebut sebagai gas Bumi atau gas rawa, adalah bahan bakar fosilberbentuk gas yang terutama terdiri dari metanaCH4). Ia dapat ditemukan di ladang minyak, ladang gas Bumidan juga tambang batu bara. Ketika gas yang kaya dengan metana diproduksi melalui pembusukan oleh bakteri anaerobikdari bahan-bahan organik selain dari fosil, maka ia disebut biogas. Sumber biogas dapat ditemukan di rawa-rawa, tempat pembuangan akhir sampah, serta penampungan kotoran manusiadan hewan.

1.      KOMPOSISI GAS ALAM
Komponen utama dalam gas alam adalah metana (CH4), yang merupakan molekul hidrokarbon rantai terpendek dan teringan. Gas alam juga mengandung molekul-molekul hidrokarbon yang lebih berat seperti etana (C2H6), propana (C3H8) dan butana (C4H10), selain juga gas-gas yang mengandung sulfur (belerang). Gas alam juga merupakan sumber utama untuk sumber gas helium.
Metana adalah gas rumah kaca yang dapat menciptakan pemanasan global ketika terlepas ke atmosfer, dan umumnya dianggap sebagai polutan ketimbang sumber energi yang berguna. Meskipun begitu, metana di atmosfer bereaksi dengan ozon, memproduksi karbon dioksida dan air, sehingga efek rumah kaca dari metana yang terlepas ke udara relatif hanya berlangsung sesaat. Sumber metana yang berasal dari makhluk hidup kebanyakan berasal dari rayap, ternak (mamalia) dan pertanian (diperkirakan kadar emisinya sekitar 15, 75 dan 100 juta ton per tahun secara berturut-turut).
Komponen
%
Metana (CH4)
80-95
Etana (C2H6)
5-15
Propana (C3H8) and Butana (C4H10)
< 5
Nitrogen, helium, karbon dioksida (CO2), hidrogen sulfida (H2S), dan air dapat juga terkandung di dalam gas alam. Merkuri dapat juga terkandung dalam jumlah kecil. Komposisi gas alam bervariasi sesuai dengan sumber ladang gasnya.
Campuran organosulfur dan hidrogen sulfida adalah kontaminan (pengotor) utama dari gas yang harus dipisahkan . Gas dengan jumlah pengotor sulfur yang signifikan dinamakan sour gas dan sering disebut juga sebagai "acid gas (gas asam)". Gas alam yang telah diproses dan akan dijual bersifat tidak berasa dan tidak berbau. Akan tetapi, sebelum gas tersebut didistribusikan ke pengguna akhir, biasanya gas tersebut diberi bau dengan menambahkan thiol, agar dapat terdeteksi bila terjadi kebocoran gas. Gas alam yang telah diproses itu sendiri sebenarnya tidak berbahaya, akan tetapi gas alam tanpa proses dapat menyebabkan tercekiknya pernapasan karena ia dapat mengurangi kandungan oksigen di udara pada level yang dapat membahayakan.
Gas alam dapat berbahaya karena sifatnya yang sangat mudah terbakar dan menimbulkan ledakan. Gas alam lebih ringan dari udara, sehingga cenderung mudah tersebar di atmosfer. Akan tetapi bila ia berada dalam ruang tertutup, seperti dalam rumah, konsentrasi gas dapat mencapai titik campuran yang mudah meledak, yang jika tersulut api, dapat menyebabkan ledakan yang dapat menghancurkan bangunan. Kandungan metana yang berbahaya di udara adalah antara 5% hingga 15%.
Ledakan untuk gas alam terkompresi di kendaraan, umumnya tidak mengkhawatirkan karena sifatnya yang lebih ringan, dan konsentrasi yang di luar rentang 5 - 15% yang dapat menimbulkan ledakan. Kandungan energi, Pembakaran satu meter kubik gas alam komersial menghasilkan 38 MJ (10.6 kWh).
2. PENGILANGAN GAS ALAM
1. Preparasi (pengolahan awal) umpan gas yang meliputi :
- penghilangan gas gas yang bersifat asam CO2
- penghilangan kadar air (dehidrasi)
- penghilangan kandungan raksa
2. Pencairan gas alam, yang meliputi pendinginan secara refrigerasi atau secara ekspansi bebas.

A. Gas CO2 perlu di hilangkan karena sifatnya selain korosif juga karena memadat pada suhu -78 *C, sehingga dapat menyumbat sistim aliran.Pengurangan CO2 berlangsung hingga kadarnya lebih kecil dari 50ppm (kelarutan CO2 pada -162 *C , 7 - 27 ATM adalah 356ppm volume). Gas CO2 di hilangkan secara absorpsi dengan menggunakan absorben MEA, DEA atau larutan benfield. Air di hilangkan dengan pengeringan hingga titik embunnya pada -73*C sampai dengan -101 *C (p= 14-47 atm) dengan menggunakan absorben ( molekul air sieze, zeolite sintesis, activated alumina atau silica gel). Air raksa dihilangkan dengan mengalirkan gas ke dalam unggun karbon aktiv yang di imprognasi dengan sulfur. Kemurnian yang diinginkan 0,4 mg/m3 gas yang di peroleh. Sekalipun kadar air raksa (Hg) kecil sekali tetapi perlu di hilangkan untuk mencegah perusakan pipa-pipa alumunium dalam sistem pendingin.
B. Proses pendingiman yang di gunakan adalan "propane precoolea MCR (R) -mixed refrigerant proces" yang dikembangkan oleh perusahaan Air Product dan Chemical Inc. Dengan sistem ini kurva pendinginannya mendekati ideal, sehingga lebih efisien. Propana untuk pendinginan pada temperatur lebih tinggi dan MCR untuk temperatur lebih rendah. Gas terlebih dahulu didinginkan dengan menggunakan refrigerant propana hingga -60, kemudian hidro karbon beratnya di pisahkan untuk difraksionasi lebih lanjut, sedangkan gasnya dicairkan dalam "cryogenic exchanger" dengan menggunakan refrgerant MCR hingga -162*C. Maka dapatlah gas cair.
Untuk make up refrigerant MCR diperoleh dari hasil fraksionasi di atas yang terdiri dari metana, etana dan propana yang merupakan bahan campuran refrigerant MCR.

3.PEYIMPANAN DAN TRANSPORTASI GAS ALAM
untuk mempertahankan dalam Bentuk cair, suhu harus dipertahankan pada – 160oC. Dengan rancangan tangki dingin yang dapat diandalkan tapi semurah mungkin.
Bahan penyimpan harus tahan terhadap tekanan tinggi dan temperatur yang rendah
(misalnya Al, 8% Nikel & beton tertentu)
Tangki diberi isolasi berupa bahan insulasi panas yang hanya memberikan kebocoran panas yang kecil (perlite, busa poliuretan)
Jenis-jenis tangki penyimpan :
1.Tangki berupa gua dalam tanah
2.Tangki berupa lubang dalam tanah yang dibekukan serta dilengkapi dengan penutup khusus
3.Tangki beton pratekan dengan dilengkapi isolasi sistem insulasi
4.Tangki dinding baja dua lapis dengan sistem insulasi antara dua dinding

Variabel untuk perancangan tangki:
a.Kapasitas tampung, untuk menentukan ukuran tangki
b.Tekanan operasi maksimal, untuk perhitungan beban tegangan pada bahan konstruksi.
c.Temperatur operasi, untuk pemilihan bahan dan sistem insulasi.
d.Densitas cairan, untuk perhitungan struktur dan fondasi
e.Kebocoran panas yang diperbolehkan untuk design sistim insulasi
Metode lain penyimpanan gas alam dilakukan dengan "Natural Gas Underground Storage", yakni suatu ruangan raksasa di bawah tanah yang lazim disebut sebagai "salt dome" yakni kubah-kubah di bawah tanah yang terjadi dari reservoir sumber-sumber gas alam yang telah depleted. Hal ini sangat tepat untuk negeri 4 musim. Pada musim panas saat pemakaian gas untuk pemanas jauh berkurang (low demand), gas alam diinjeksikan melalui kompresor-kompresor gas kedalam kubah di dalam tanah tersebut. Pada musim dingin, dimana terjadi kebutuhan yang sangat signifikan, gas alam yang disimpan di dalam kubah bawah tanah dikeluarkan untuk disalurkan kepada konsumen yang membutuhkan. Bagi perusahaan (operator) penyedia gas alam, cara ini sangat membantu untuk menjaga stabilitas operasional pasokan gas alam melalui jaringan pipa gas alam.
Pada dasarnya sistem transportasi gas alam meliputi :       
  • Transportasi melalui pipa salur.
  • Transportasi dalam bentuk Liquefied Natural Gas (LNG) dengan kapal tanker LNG untuk pengangkutan jarak jauh.
  • Transportasi dalam bentuk Compressed Natural Gas (CNG), baik di daratan dengan road tanker maupun dengan kapal tanker CNG di laut, untuk jarak dekat dan menengah (antar pulau).
Di Indonesia, Badan Pengatur Hilir Migas (BPH Hilir Migas) telah menyusun Master Plan "Sistem Jaringan Induk Transmisi Gas Nasional Terpadu". Dalam waktu yang tidak lama lagi sistem jaringan pipa gas alam akan membentang sambung menyambung dari Nang roe Aceh Darussalam-Sumatera Utara-Sumatera Tengah-Sumatera Selatan-Jawa-Sulawesi dan Kalimantan. Saat ini jaringan pipa gas di Indonesia dimiliki oleh PERTAMINA dan PGN dan masih terlokalisir terpisah-pisah pada daerah-daerah tertentu, misalnya di Sumatera Utara, Sumatera Tengah, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Timur dan Kalimantan Timur.

Carrier LNG dapat digunakan untuk mentransportasi gas alam cair (liquefied natural gas, LNG) menyebrangi samudra, sedangkan truk tangki dapat membawa gasa alam cair atau gas alam terkompresi (compressed natural gas, CNG) dalam jarak dekat. Mereka dapat mentransportasi gas alam secara langsung ke pengguna-akhir atau ke titik distribusi, seperti jalur pipa untuk transportasi lebih lanjut. Hal ini masih membutuhkan biaya yang besar untuk fasilitas tambahan untuk pencairan gas atau kompresi di titik produksi, dan penggasan atau dekompresi di titik pengguna-akhir atau ke jalur pipa.
4. PEMANFAATAN GAS ALAM
Secara garis besar pemanfaatan gas alam dibagi atas 3 kelompok yaitu :
  • Gas alam sebagai bahan bakar, antara lain sebagai bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Gas/Uap, bahan bakar industri ringan, menengah dan berat, bahan bakar kendaraan bermotor (BBG/NGV), sebagai gas kota untuk kebutuhan rumah tangga hotel, restoran dan sebagainya.
  • Gas alam sebagai bahan baku, antara lain bahan baku pabrik pupuk, petrokimia, metanol, bahan baku plastik (LDPE = low density polyethylene, LLDPE = linear low density polyethylene, HDPE = high density polyethylen, PE= poly ethylene, PVC=poly vinyl chloride, C3 dan C4-nya untuk LPG, CO2-nya untuk soft drink, dry ice pengawet makanan, hujan buatan, industri besi tuang, pengelasan dan bahan pemadam api ringan.
  • Gas alam sebagai komoditas energi untuk ekspor, yakni Liquefied Natural Gas (LNG).
Teknologi mutakhir juga telah dapat memanfaatkan gas alam untuk air conditioner (AC=penyejuk udara), seperti yang digunakan di bandara Bangkok, Thailand dan beberapa bangunan gedung perguruan tinggi di Australia.